<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>harun-yahya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/harun-yahya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "harun-yahya"</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 12:40:52 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penciptaan Alam Semesta - 01]]></title>
<link>http://4rss.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 05:01:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>4rss</dc:creator>
<guid>http://4rss.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
DARI KETIADAAN

Dalam bentuk standarnya, teori Dentuman Besar (Big Bang) men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENCIPTAAN ALAM SEMESTA<br />
DARI KETIADAAN<br />
</strong></p>
<p>Dalam bentuk standarnya, teori Dentuman Besar (Big Bang) mengasumsikan bahwa semua bagian jagat raya mulai mengembang secara serentak. Namun bagaimana semua bagian jagat raya yang berbeda bisa menyelaraskan awal pengembangan mereka? Siapa yang memberikan perintah?<br />
Andre Linde, Profesor Kosmologi 2<!--more--></p>
<p>Seabad yang lalu, penciptaan alam semesta adalah sebuah konsep yang diabaikan para ahli astronomi. Alasannya adalah peneri-maan umum atas gagasan bahwa alam semesta telah ada sejak waktu tak terbatas. Dalam mengkaji alam semesta, ilmuwan berang-gapan bahwa jagat raya hanyalah akumulasi materi dan tidak mem-punyai awal. Tidak ada momen “penciptaan”, yakni momen ketika alam semesta dan segala isinya muncul.<br />
Gagasan “keberadaan abadi” ini sesuai dengan pandangan orang Eropa yang berasal dari filsafat materialisme. Filsafat ini, yang awalnya dikembangkan di dunia Yunani kuno, menyatakan bahwa materi adalah satu-satunya yang ada di jagat raya dan jagat raya ada sejak waktu tak terbatas dan akan ada selamanya. Filsafat ini bertahan dalam bentuk-bentuk berbeda selama zaman Romawi, namun pada akhir kekaisaran Romawi dan Abad Pertengahan, materialisme mulai mengalami kemun-duran karena pengaruh filsafat gereja Katolik dan Kristen. Setelah Renaisans, materialisme kembali mendapatkan penerimaan luas di antara pelajar dan ilmuwan Eropa, sebagian besar karena kesetiaan mereka terhadap filsafat Yunani kuno.<br />
Immanuel Kant-lah yang pada masa Pencerahan Eropa, menyatakan dan mendukung kembali materialisme. Kant menyatakan bahwa alam semesta ada selamanya dan bahwa setiap probabilitas, betapapun mus-tahil, harus dianggap mungkin. Pengikut Kant terus mempertahan-kan gagasannya tentang alam semesta tanpa batas beserta materialisme. Pada awal abad ke-19, gagasan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal— bahwa tidak pernah ada momen ketika jagat raya di-ciptakan—secara luas diterima. Pandangan ini diba-wa ke abad ke-20 melalui karya-karya materialis dia-lektik seperti Karl Marx dan Friedrich Engels.<br />
Pandangan tentang alam semesta tanpa batas sa-ngat sesuai dengan ateisme. Tidak sulit melihat alas-annya. Untuk meyakini bahwa alam semesta mem-punyai permulaan, bisa berarti bahwa ia di-ciptakan dan itu berarti, tentu saja, memerlukan pencipta, yaitu Tuhan. Jauh lebih mudah dan aman untuk menghin-dari isu ini dengan mengajukan gagasan bahwa “alam semesta ada selamanya”, meskipun tidak ada dasar ilmiah sekecil apa pun untuk membuat klaim seperti itu. Georges Politzer, yang mendukung dan memper-tahankan gagasan ini dalam buku-bukunya yang di-terbitkan pada awal abad ke-20, adalah pendukung setia Marxisme dan Materialisme.<br />
Dengan mempercayai kebenaran model “jagat raya tanpa batas”, Politzer menolak gagasan penciptaan dalam bukunya Principes Fonda-mentaux de Philosophie ketika dia menulis:<br />
Alam semesta bukanlah objek yang diciptakan, jika memang demikian, maka jagat raya harus diciptakan secara seketika oleh Tuhan dan muncul dari ketiadaan. Untuk mengakui penciptaan, orang harus mengakui, sejak awal, keberadaan momen ketika alam semesta tidak ada, dan bahwa sesuatu muncul dari ketiadaan. Ini pandangan yang tidak bisa diterima sains.3<br />
Politzer menganggap sains berada di pihaknya dalam pem-belaan-nya terhadap gagasan alam semesta tanpa batas. Kenyataannya, sains merupakan bukti bahwa jagat raya sungguh-sungguh mempunyai per-mulaan. Dan seperti yang dinyatakan Politzer sendiri, jika ada penciptaan maka harus ada penciptanya.</p>
<p><strong>Pengembangan Alam Semesta<br />
dan Penemuan Dentuman Besar</strong></p>
<p>Tahun 1920-an adalah tahun yang penting dalam perkembangan as-tronomi modern. Pada tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman. Berdasarkan perhitungan ini, astronomer Belgia, Lemaitre, menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari “sesuatu” itu.<br />
Pemikiran teoretis kedua ilmuwan ini tidak menarik banyak per-hatian dan barangkali akan terabaikan kalau saja tidak ditemukan bukti pengamatan baru yang mengguncangkan dunia ilmiah pada tahun 1929. Pada tahun itu, astronomer Amerika, Edwin Hubble, yang bekerja di Observatorium Mount Wilson California, membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi. Ketika mengamati sejumlah bintang melalui teleskop raksasanya, dia menemukan bahwa cahaya bintang-bintang itu bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan bahwa per-geseran itu berkaitan langsung dengan jarak bintang-bintang dari bumi. Penemuan ini mengguncangkan landasan model alam semesta yang dipercaya saat itu.<br />
Menurut aturan fisika yang diketahui, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi cenderung ke arah ungu, sementara spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung ke arah merah. (Seperti suara peluit kereta yang semakin samar ketika kereta semakin jauh dari pengamat). Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa menurut hukum ini, benda-benda luar angkasa menjauh dari kita. Tidak lama kemudian, Hubble membuat penemuan penting lagi; bintang-bintang tidak hanya menjauh dari bumi; mereka juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya kesimpulan yang bisa diturunkan dari alam semesta di mana segala sesuatunya saling menjauh adalah bahwa alam semesta dengan konstan “mengembang”.<br />
Hubble menemukan bukti pengamatan untuk sesuatu yang telah “diramalkan” George Lamaitre sebelumnya, dan salah satu pemikir terbesar zaman kita telah menyadari ini hampir lima belas tahun lebih awal. Pada tahun 1915, Albert Einstein telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan-perhitungan ber-dasarkan teori relativitas yang baru ditemukannya (yang mengantisipasi kesimpulan Friedman dan Lemaitre). Terkejut oleh temuannya, Einstein menambahkan “konstanta kosmologis” pada persamaannya agar muncul “jawaban yang benar”, karena para ahli astronomi meyakinkan dia bah-wa alam semesta itu statis dan tidak ada cara lain untuk membuat persa-maannya sesuai dengan model seperti itu. Beberapa tahun kemudian, Einstein mengakui bahwa konstanta kosmologis ini adalah kesalahan terbesar dalam karirnya.<br />
Penemuan Hubble bahwa alam semesta mengembang memuncul-kan model lain yang tidak membutuhkan tipuan untuk menghasilkan persamaan sesuai dengan keinginan. Jika alam semesta semakin besar sejalan dengan waktu, mundur ke masa lalu berarti alam semesta semakin kecil; dan jika seseorang bisa mundur cukup jauh, segala sesuatunya akan mengerut dan bertemu pada satu titik. Kesimpulan yang harus diturun-kan dari model ini adalah bahwa pada suatu saat, semua materi di alam semesta ini terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai “volume nol” karena gaya gravitasinya yang sangat besar. Alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa yang mempunyai volume nol ini. Ledakan ini mendapat sebutan “Dentuman Besar” dan keberadaannya telah berulang-ulang ditegaskan dengan bukti pengamatan.<br />
Ada kebenaran lain yang ditunjukkan Dentuman Besar ini. Untuk mengatakan bahwa sesuatu mempunyai volume nol adalah sama saja dengan mengatakan sesuatu itu “tidak ada”. Seluruh alam semesta dicip-takan dari “ketidakadaan” ini. Dan lebih jauh, alam semesta mempunyai permulaan, berlawanan dengan pendapat materialisme, yang mengata-kan bahwa “alam semesta sudah ada selamanya”.</p>
<p><strong>Hipotesis “Keadaan-Stabil”</strong></p>
<p>Teori Dentuman Besar dengan cepat diterima luas oleh dunia ilmiah karena bukti-bukti yang jelas. Namun, para ahli astronomi yang memihak materialisme dan setia pada gagasan alam semesta tanpa batas yang dituntut paham ini menentang Dentuman Besar dalam usaha mereka mempertahankan doktrin fundamental ideologi mereka. Alasan mereka dijelaskan oleh ahli astronomi Inggris, Arthur Eddington, yang berkata, “Secara filosofis, pendapat tentang permulaan yang tiba-tiba dari keter-aturan alam sekarang ini bertentangan denganku.”4<br />
Ahli astronomi lain yang menentang teori Dentuman Besar adalah Fred Hoyle. Sekitar pertengahan abad ke-20 dia mengemukakan sebuah model baru yang disebutnya “keadaan-stabil”, yang tak lebih suatu per-panjangan gagasan abad ke-19 tentang alam semesta tanpa batas. Dengan menerima bukti-bukti yang tidak bisa disangkal bahwa jagat raya mengembang, dia berpendapat bahwa alam semesta tak terbatas, baik dalam dimensi maupun waktu. Menurut model ini, ketika jagat raya mengembang, materi baru terus-menerus muncul dengan sendirinya dalam jumlah yang tepat sehingga alam semesta tetap berada dalam “keadaan-stabil”. Dengan satu tujuan jelas mendukung dogma “materi sudah ada sejak waktu tak terbatas”, yang merupakan basis filsafat mate-rialis, teori ini mutlak bertentangan dengan “teori Dentuman Besar”, yang menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan. Pendukung teori keadaan-stabil Hoyle tetap berkeras menentang Dentuman Besar selama bertahun-tahun. Namun, sains menyangkal mereka.</p>
<p><strong>Kemenangan Dentuman Besar</strong></p>
<p>Pada tahun 1948, George Gamov mengembangkan perhitungan George Lemaitre lebih jauh dan menghasilkan gagasan baru mengenai Dentuman Besar. Jika alam semesta terbentuk dalam sebuah ledakan be-sar yang tiba-tiba, maka harus ada sejumlah tertentu radiasi yang ditinggalkan dari ledakan tersebut. Radiasi ini harus bisa dideteksi, dan lebih jauh, harus sama di selu-ruh alam semesta.<br />
Dalam dua dekade, bukti pengamatan dugaan Gamov diperoleh. Pada tahun 1965, dua peneliti ber-nama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sebentuk radiasi yang selama ini tidak teramati. Dise-but “radiasi latar belakang kosmik”, radiasi ini tidak seperti apa pun yang berasal dari seluruh alam semesta karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi, juga tidak mempunyai sumber tertentu; alih-alih, radiasi ini tersebar merata di seluruh jagat raya. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah gema Dentuman Besar, yang masih menggema balik sejak momen pertama ledakan besar tersebut. Gamov telah mengamati bahwa frekuen-si radiasi hampir mempu-nyai nilai yang sama dengan yang telah di-perkirakan oleh para ilmu-wan sebelumnya. Penzias dan Wilson dianugerahi hadi-ah Nobel untuk penemuan mereka.<br />
Pada tahun 1989, George Smoot dan tim NASA-nya meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa. Sebuah in-strumen sensitif yang disebut “Cosmic Background Emission Explorer” (COBE) di dalam satelit itu hanya memerlukan delapan menit untuk mendeteksi dan menegaskan tingkat radiasi yang dilaporkan Penzias dan Wilson. Hasil ini secara pasti menun-jukkan keberadaan bentuk rapat dan panas sisa dari ledakan yang menghasilkan alam semesta. Kebanyakan ilmuwan mengakui bahwa COBE telah berhasil menangkap sisa-sisa Dentuman Besar.<br />
Ada lagi bukti-bukti yang muncul untuk Dentuman Besar. Salah satunya berhubungan dengan jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta. Pengamatan menunjukkan bahwa campuran kedua unsur ini di alam semesta sesuai dengan perhitungan teoretis dari apa yang seharus-nya tersisa setelah Dentuman Besar. Bukti itu memberikan tusukan lagi ke jantung teori keadaan-stabil karena jika jagat raya sudah ada selamanya dan tidak mempunyai permulaan, semua hidrogennya telah terbakar menjadi helium.<br />
Dihadapkan pada bukti seperti itu, Dentuman Besar memperoleh persetujuan dunia ilmiah nyaris sepenuhnya. Dalam sebuah artikel edisi Oktober 1994, Scientific American menyatakan bahwa model Dentuman Besar adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan pengembangan terus menerus alam semesta dan hasil-hasil pengamatan lainnya.<br />
Setelah mempertahankan teori Keadaan-Stabil bersama Fred Hoyle, Dennis Sciama menggambarkan dilema mereka di hadapan bukti Den-tuman Besar. Dia berkata bahwa semula dia mendukung Hoyle, namun setelah bukti mulai menumpuk, dia harus mengakui bahwa pertempuran telah usai dan bahwa teori keadaan-stabil harus ditinggalkan.5</p>
<p><strong>Siapa yang Menciptakan Alam Semesta dari Ketiadaan?</strong></p>
<p>Dengan kemenangan Dentuman Besar, tesis “alam semesta tanpa batas”, yang membentuk basis bagi dogma materialis, dibuang ke tum-pukan sampah sejarah. Namun bagi materialis, muncul pula dua perta-nyaan yang tidak mengenakkan: Apa yang sudah ada sebelum Dentuman Besar? Dan kekuatan apa yang telah menyebabkan Dentuman Besar sehingga memunculkan alam semesta yang tidak ada sebelumnya?<br />
Materialis seperti Arthur Eddington menyadari bahwa jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini dapat mengarah pada keberadaan pencipta agung dan itu tidak mereka sukai. Filsuf ateis, Anthony Flew, mengomentari masalah ini:<br />
Jelas sekali, pengakuan itu baik bagi jiwa. Oleh karena itu, saya akan mulai dengan mengakui bahwa penganut ateis Stratonis harus merasa malu dengan konsensus kosmologis dewasa ini. Karena tampaknya para ahli kos-mologi menyediakan bukti ilmiah untuk apa yang dianggap St. Thomas tidak terbukti secara filosofis; yaitu, bahwa alam semesta mempunyai permulaan. Selama alam semesta dapat dengan mudah dianggap tidak hanya tanpa akhir, namun juga tanpa permulaan, akan tetap mudah untuk mendesak bahwa keberadaannya yang tiba-tiba, dan apa pun yang ditemukan menjadi ciri-cirinya yang paling mendasar, harus diterima sebagai penjelasan akhir. Meskipun saya mempercayai bahwa teori itu (alam semesta tanpa batas) masih benar, tentu saja tidak mudah atau nyaman untuk mempertahankan posisi ini di hadapan kisah Dentuman Besar.6<br />
Banyak ilmuwan yang tidak mau memaksakan diri menjadi ateis menerima dan mendukung keberadaan pencipta yang mempunyai kekuatan tak terbatas. Misalnya, ahli astrofisika Amerika, Hugh Ross, menyatakan Pencipta jagat raya, yang berada di atas segala dimensi fisik, sebagai:<br />
Secara definisi, waktu adalah dimensi di mana fenomena sebab-dan-akibat terjadi. Tidak ada waktu, tidak ada sebab dan akibat. Jika permulaan waktu sama dengan permulaan alam semesta, seperti yang dikatakan teorema ru-ang-waktu, maka sebab alam semesta haruslah entitas yang bekerja dalam dimensi waktu yang sepenuhnya mandiri dan hadir lebih dulu daripada di-mensi waktu kosmos... ini berarti bahwa Pencipta itu transenden, bekerja di luar batasan-batasan dimensi alam semesta. Ini berarti bahwa Tuhan bukan alam semesta itu sendiri, dan Tuhan juga tidak berada di dalam alam semesta.7</p>
<p><strong>Penolakan terhadap Penciptaan dan<br />
Mengapa Teori-Teori Itu Bercacat</strong></p>
<p>Sangat jelas bahwa Dentuman Besar berarti penciptaan alam semesta dari ketiadaan dan ini pasti bukti keberadaan pencipta yang berke-hendak. Mengenai fakta ini, beberapa ahli astronomi dan fisika materialis telah mencoba mengemukakan penjelasan alternatif untuk membantah kenyataan ini. Rujukan sudah dibuat dari teori keadaan-stabil dan ditunjukkan ke mana kaitannya, oleh mereka yang tidak merasa nyaman dengan pendapat “penciptaan dari ketiadaan” meskipun bukti berbicara lain, sebagai usaha mempertahankan filsafat mereka.<br />
Ada pula sejumlah model yang telah dikemukakan oleh materialis yang menerima teori Dentuman Besar namun mencoba melepaskannya dari gagasan penciptaan. Salah satunya adalah model alam semesta “ber-osilasi”; dan yang lainnya adalah “model alam semesta kuantum”. Mari kita kaji teori-teori ini dan melihat mengapa keduanya tidak berdasar.<br />
Model alam semesta berosilasi dikemukakan oleh para ahli astro-nomi yang tidak menyukai gagasan bahwa Dentuman Besar adalah per-mulaan alam semesta. Dalam model ini, dinyatakan bahwa pengem-bangan alam semesta sekarang ini pada akhirnya akan membalik pada suatu waktu dan mulai mengerut. Pengerutan ini akan menyebab-kan segala sesuatu runtuh ke dalam satu titik tunggal yang kemudian akan meledak lagi, memulai pengembangan babak baru. Proses ini, kata mereka, berulang dalam waktu tak terbatas. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta sudah mengalami transformasi ini tak terhingga kali dan akan terus demikian selamanya. Dengan kata lain, alam semesta ada selamanya namun mengembang dan runtuh pada interval berbeda dengan ledakan besar menandai setiap siklusnya. Alam semesta tempat kita tinggal merupakan salah satu alam semesta tanpa batas itu yang sedang melalui siklus yang sama.<br />
Ini tak lebih dari usaha lemah untuk menyelaraskan fakta Dentuman Besar terhadap pandangan tentang alam semesta tanpa batas. Skenario tersebut tidak didukung oleh hasil-hasil riset ilmiah selama 15-20 tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa alam semesta yang berosilasi seperti itu tidak mungkin terjadi. Lebih jauh, hukum-hukum fisika tidak bisa me-nerangkan mengapa alam semesta yang mengerut harus meledak lagi setelah runtuh ke dalam satu titik tunggal: ia harus tetap seperti apa ada-nya. Hukum-hukum fisika juga tidak bisa menerangkan mengapa alam semesta yang mengembang harus mulai mengerut lagi.8<br />
Bahkan kalaupun kita menerima bahwa mekanisme yang mem-buat siklus mengerut-meledak-mengembang ini benar-benar ada, satu hal penting adalah bahwa siklus ini tidak bisa berlanjut selamanya, seperti anggapan mereka. Perhitungan untuk model ini menunjukkan bahwa setiap alam semesta akan mentransfer sejumlah entropi kepada alam semesta berikutnya. Dengan kata lain, jumlah energi berguna yang ter-sedia menjadi berkurang setiap kali, dan setiap alam semesta akan ter-buka lebih lambat dan mempunyai diameter lebih besar. Ini akan me-nyebabkan alam semesta yang terbentuk pada babak berikutnya menjadi lebih kecil dan begitulah seterusnya, sampai pada akhirnya menghilang menjadi ketiadaan. Bahkan jika alam semesta “buka dan tutup” ini dapat terjadi, mereka tidak bertahan selamanya. Pada satu titik, akan diperlu-kan “sesuatu” untuk diciptakan dari “ketiadaan”.9<br />
Singkatnya, model alam semesta “berosilasi” merupakan fantasi tanpa harapan yang realitas fisiknya tidak mungkin.<br />
“Model alam semesta kuantum” adalah usaha lain untuk member-sihkan teori Dentuman Besar dari implikasi penciptaannya. Pendukung model ini mendasarkannya pada observasi fisika kuantum (subatomik). Dalam fisika kuantum, diamati bahwa partikel-partikel subatomik mun-cul dan menghilang secara spontan dalam ruang hampa. Menginterpre-tasikan pengamatan ini sebagai “materi dapat muncul pada tingkat kuantum, ini merupakan sebuah sifat yang berkenaan dengan materi”, beberapa ahli fisika mencoba menjelaskan asal materi dari ketiadaan selama penciptaan alam semesta sebagai “sifat yang berkenaan dengan materi” dan menyatakannya sebagai bagian dari hukum-hukum alam. Dalam model ini, alam semesta kita diinterpretasikan sebagai partikel subatomik di dalam partikel yang lebih besar.<br />
Akan tetapi, silogisme ini sama sekali tidak mungkin dan bagai-manapun tidak bisa menjelaskan bagaimana alam semesta terjadi. William Lane Craig, penulis The Big Bang: Theism and Atheism, menjelas-kan alasannya:<br />
Ruang hampa mekanis kuantum yang menghasilkan partikel materi adalah jauh dari gagasan umum tentang “ruang hampa” (yang berarti tidak ada apa-apa). Melainkan, ruang hampa kuantum adalah lautan partikel yang terus-menerus terbentuk dan menghilang, yang meminjam energi dari ruang hampa untuk keberadaan mereka yang singkat. Ini bukan “ketiadaan”, sehingga partikel materi tidak muncul dari “ketiadaan”.10<br />
Jadi, dalam fisika kuantum, materi “tidak ada kalau sebelumnya tidak ada.” Yang terjadi adalah bahwa energi lingkungan tiba-tiba men-jadi materi dan tiba-tiba pula menghilang menjadi energi lagi. Singkatnya, tidak ada kondisi “keberadaan dari ketiadaan” seperti klaim mereka.<br />
Dalam fisika, tidak lebih sedikit daripada yang terdapat dalam ca-bang-cabang ilmu alam lain, terdapat ilmuwan-ilmuwan ateis yang tidak ragu menyamarkan kebenaran dengan mengabaikan titik-titik kritis dan detail-detail dalam usaha mereka mendukung pandangan materialis dan mencapai tujuan mereka. Bagi mereka, jauh lebih penting mempertahan-kan materialisme dan ateisme daripada mengungkapkan fakta-fakta dan kenyataan ilmiah.<br />
Dihadapkan pada realitas yang disebutkan di atas, kebanyakan ilmu-wan membuang model alam semesta kuantum. C.J Isham menjelas-kan bahwa “model ini tidak diterima secara luas karena kesulitan-kesulitan yang dibawanya.” 11 Bahkan sebagian pencetus gagasan ini, seperti Brout dan Spindel, telah meninggalkannya.12<br />
Sebuah versi terbaru yang dipublikasikan lebih luas dari model alam semesta kuantum diajukan oleh ahli fisika, Stephen Hawking. Dalam bukunya, A Brief History of Time, Hawking menyatakan bahwa Dentuman Besar tidak harus berarti keberadaan dari ketiadaan. Alih-alih “tiada waktu” sebelum Dentuman Besar, Hawking mengajukan konsep “waktu imajiner”. Menurut Haw-king, hanya ada selang waktu imajiner 1043 detik sebelum Dentuman Besar terjadi dan waktu “nyata” terbentuk setelah itu. Harapan Hawking ha- nyalah untuk mengabai-kan kenyataan “ketiada-an waktu” (timelessness) sebelum Dentuman Besar dengan gagasan waktu “imajiner” ini.<br />
Sebagai sebuah konsep, “waktu imajiner” sama saja dengan nol atau se-perti “tidak ada”nya jumlah imajiner orang dalam ruangan atau jumlah imajiner mobil di jalan. Di sini Hawking hanya bermain dengan kata-kata. Dia menyatakan bahwa persamaan itu benar kalau mereka dihubungkan dengan waktu imajiner, namun kenyataannya ini tidak ada artinya. Ahli matematika, Sir Herbert Dingle, menyebut kemungkinan memalsukan hal-hal imajiner sebagai hal nyata dalam matematika sebagai:<br />
Dalam bahasa matematika, kita bisa mengatakan kebohongan di samping kebenaran, dan dalam cakupan matematika sendiri, tidak ada cara yang mungkin untuk membedakan satu dengan lainnya. Kita dapat membedakan keduanya hanya dengan pengalaman atau dengan penalaran di luar matematika, yang diterapkan pada hubungan yang mungkin antara solusi matematika dan korelasi fisiknya.13<br />
Singkatnya, solusi imajiner atau teoretis matematika tidak perlu mengandung konsekuensi benar atau nyata. Menggunakan sifat yang hanya dimiliki matematika, Hawking menghasilkan hipotesis yang tidak berkaitan dengan kenyataan. Namun apa alasan yang mendorongnya melakukan ini? Hawking mengakui bahwa dia lebih menyukai model alam semesta selain dari Dentuman Besar karena yang terakhir ini “mengisyaratkan penciptaan ilahiah”, dan model-model seperti itu dirancang untuk ditentang.14<br />
Semua ini menunjukkan bahwa model alternatif dari Dentuman Besar, seperti keadaan-stabil, model alam semesta berosilasi, dan model alam semesta kuantum, kenyataannya timbul dari prasangka filosofis materialis. Penemuan-penemuan ilmiah telah menunjukkan realitas Dentuman Besar dan bahkan dapat menjelaskan “keberadaan dari ketia-daan”. Dan ini merupakan bukti sangat kuat bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah, satu hal yang mentah-mentah ditolak materialis.<br />
Sebuah contoh penolakan Dentuman Besar bisa ditemukan dalam esai oleh John Maddox, editor majalah Nature (majalah materialis), yang muncul pada tahun 1989. Dalam “Down with the Big Bang”, Maddox menyatakan Dentuman Besar tidak dapat diterima secara filosofis karena teori ini membantu teologis dengan menyediakan dukungan kuat untuk gagasan-gagasan mereka. Penulis itu juga meramalkan bahwa Dentuman Besar akan runtuh dan bahwa dukungan untuknya akan menghilang dalam satu dekade.15 Maddox hanya bisa merasa semakin resah karena penemuan-penemuan selama sepuluh tahun berikutnya memberikan bukti semakin kuat akan keberadaan Dentuman Besar.<br />
Sebagian materialis bertindak dengan lebih menggunakan akal sehat mengenai hal ini. Materialis Inggris, H.P. Lipson menerima kebenaran penciptaan, meskipun “tidak dengan senang hati”, ketika dia berkata:<br />
Jika materi hidup bukan disebabkan oleh interaksi atom-atom, kekuatan alam, dan radiasi, bagaimana dia muncul?.... Namun saya pikir, kita ha-rus... mengakui bahwa satu-satunya penjelasan yang bisa diterima adalah penciptaan. Saya tahu bahwa ini sangat dibenci para ahli fisika, demikian pula saya, namun kita tidak boleh menolak apa yang tidak kita sukai jika bukti eksperimental mendukungnya.16<br />
Sebagai kesimpulan, kebenaran yang terungkap oleh ilmu alam adalah: Materi dan waktu telah dimunculkan menjadi ada oleh pemilik kekuatan besar yang mandiri, oleh Pencipta. Allah, Pemilik kekuatan, pengetahuan, dan kecerdasan mutlak, telah menciptakan alam semesta tempat tinggal kita.</p>
<p><strong>Tanda-Tanda Al Quran</strong></p>
<p>Selain menjelaskan alam semesta, model Dentuman Besar mempu-nyai implikasi penting lain. Seperti yang ditunjukkan dalam kutipan dari Anthony Flew di atas, ilmu alam telah membuktikan pandangan yang selama ini hanya didukung oleh sumber-sumber agama.<br />
Kebenaran yang dipertahankan oleh sumber-sumber agama adalah realitas penciptaan dari ketiadaan. Ini telah dinyatakan dalam kitab-kitab suci yang telah berfungsi sebagai penunjuk jalan bagi manusia selama ribuan tahun. Dalam semua kitab suci seperti Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Al Quran, dinyatakan bahwa alam semesta dan segala isinya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah.<br />
Dalam satu-satunya kitab yang diturunkan Allah yang telah bertahan sepenuhnya utuh, Al Quran, ada pernyataan tentang penciptaan alam semesta dari ketiadaan, di samping bagaimana kemunculannya sesuai dengan ilmu pengetahuan abad ke-20, meskipun diungkapkan 14 abad yang lalu.<br />
Pertama, penciptaan alam semesta dari ketiadaan diungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:</p>
<p>“Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al An’aam, 6: 101) !</p>
<p>Aspek penting lain yang diungkapkan dalam Al Quran empat belas abad sebelum penemuan modern Dentuman Besar dan temuan-temuan yang berkaitan dengannya adalah bahwa ketika diciptakan, alam semes-ta menempati volume yang sangat kecil:</p>
<p>“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiyaa’, 21: 30) !</p>
<p>Terjemahan ayat di atas mengandung pemilihan kata yang sangat penting dalam bahasa aslinya, bahasa Arab. Kata ratk diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” yang berarti “bercampur, bersatu” dalam kamus bahasa Arab. Kata itu digunakan untuk merujuk dua zat berbeda yang menjadi satu. Frasa “Kami pisahkan” diterjemahkan dari kata kerja bahasa Arab, fatk yang mengandung makna bahwa sesuatu terjadi de-ngan memisahkan atau menghancurkan struktur ratk. Tumbuhnya biji dari tanah adalah salah satu tindakan yang meng-gunakan kata kerja ini.<br />
Mari kita tinjau lagi ayat tersebut dengan pengetahuan ini di benak kita. Dalam ayat itu, langit dan bumi pada mulanya berstatus ratk. Me-reka dipisahkan (fatk) dengan satu muncul dari yang lainnya. Mena-riknya, para ahli kosmologi berbicara tentang “telur kosmik” yang me-ngandung semua materi di alam semesta sebelum Dentuman Besar. De-ngan kata lain, semua langit dan bumi terkandung dalam telur ini dalam kondisi ratk. Telur kosmik ini meledak dengan dahsyat menyebabkan materinya menjadi fatk dan dalam proses itu terciptalah struktur keseluruhan alam semesta.<br />
Kebenaran lain yang terungkap dalam Al Quran adalah pengem-bangan jagat raya yang ditemukan pada akhir tahun 1920-an. Penemuan Hubble tentang pergeseran merah dalam spektrum cahaya bintang diungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:</p>
<p>“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47) !</p>
<p>Singkatnya, temuan-temuan ilmu alam modern mendukung kebe-naran yang dinyatakan dalam Al Quran dan bukan dogma materialis. Materialis boleh saja menyatakan bahwa semua itu “kebetulan”, namun fakta yang jelas adalah bahwa alam semesta terjadi sebagai hasil penciptaan dari pihak Allah dan satu-satunya pengetahuan yang benar tentang asal mula alam semesta ditemukan dalam firman Allah yang diturunkan kepada kita.</p>
<p>Filsuf Jerman, Immanuel Kant adalah orang pertama yang mengajukan pernyataan “alam semesta tanpa batas” pada Zaman Baru. Tetapi penemuan ilmiah menggugurkan pernyataan Kant.</p>
<p>Edwin Hubble menemukan bahwa alam semesta mengembang. Pada akhirnya dia menemukan bukti “Ledakan Besar”, peristiwa besar yang penemuannya memaksa ilmuwan meninggalkan anggapan alam semesta tanpa batas dan abadi.</p>
<p>Pernyataan Sir Arthur Eddington bahwa “pendapat tentang permulaan yang tiba-tiba dari keteraturan alam sekarang ini bertentangan denganku,” adalah pengakuan bahwa Ledakan Besar telah menimbulkan keresahan di kalangan materialis.</p>
<p>Radiasi Latar Belakang Kosmik yang ditemukan oleh Penzias dan Wilson dianggap sebagai bukti Ledakan Besar yang tak terbantahkan oleh dunia ilmiah.</p>
<p>Stephen Hawking juga mencoba mengajukan penjelasan berbeda untuk Ledakan Besar selain Penciptaan seperti yang dilakukan ilmuwan materialis lainnya dengan mengandalkan kontradiksi dan konsep keliru.</p>
<p>(bersambung)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hati Menemukan Kedamaian dengan Mengingat Allah]]></title>
<link>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=33</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 13:54:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>rickyhamdani</dc:creator>
<guid>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=33</guid>
<description><![CDATA[Menurut penelitian oleh David B Larson dan timnya dari the American National Health Research Center ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut penelitian oleh David B Larson dan timnya dari the American National Health Research Center [Pusat Penelitian Kesehatan Nasional Amerika], pembandingan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama telah menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Sebagai contoh, dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak memiliki keyakinan agama, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7:1 di antara para perokok.</p>
<p>Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66% lebih tinggi daripada mereka yang beragama.</p>
<p><!--more--> Para pakar psikologi yang sekuler cenderung merujuk angka-angka serupa sebagai "dampak kejiwaan". Ini berarti bahwa keyakinan agama meningkatkan semangat orang, dan hal ini berpengaruh baik pada kesehatan. Penjelasan ini mungkin sungguh beralasan, namun sebuah kesimpulan yang lebih mengejutkan muncul ketika orang-orang tersebut diperiksa. Keimanan kepada Allah jauh lebih kuat daripada pengaruh kejiwaan apa pun. Penelitian yang mencakup banyak segi tentang hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain. Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah.</p>
<p>Apa yang mendasari adanya hubungan antara keimanan dan jiwa raga manusia ini? Kesimpulan yang dicapai oleh sang peneliti sekuler Benson adalah, dalam kata-katanya sendiri, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah.</p>
<p>Kenyataan ini, yang oleh dunia kedokteran pelan-pelan telah mulai diterima, adalah sebuah rahasia yang dinyatakan dalam Al Qur'an dengan kalimat ini "...Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’d, 13:28). Alasan mengapa orang-orang yang beriman kepada Allah, yang berdoa dan berharap kepada-Nya, lebih sehat secara ruhani dan jasmani adalah karena mereka berperilaku sesuai dengan tujuan penciptaan mereka. Filsafat dan sistem yang tidak selaras dengan penciptaan manusia selalu mengarah pada penderitaan dan ketidakbahagiaan.</p>
<p>Kedokteran modern sekarang sedang mengarah menuju pemahaman tentang kebenaran ini. Seperti kata Patrick Glynn: "Penelitian ilmiah di bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan bahwa, ... keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekuatan Tersembunyi Petir]]></title>
<link>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=28</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 12:32:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>rickyhamdani</dc:creator>
<guid>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=28</guid>
<description><![CDATA[Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.
Di malam hari,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.</p>
<p>Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?</p>
<p>Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.</p>
<p>Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur'an,</p>
<p>"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24:43)</p>
<p>Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.</p>
<p>Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.</p>
<p>Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah "Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["HAMAN" dan Bangunan Mesir Kuno]]></title>
<link>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 12:29:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>rickyhamdani</dc:creator>
<guid>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=26</guid>
<description><![CDATA[Al Qur&#8217;an mengisahkan kehidupan Nabi Musa AS dengan sangat jelas. Tatkala memaparkan perselisi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Al Qur'an mengisahkan kehidupan Nabi Musa AS dengan sangat jelas. Tatkala memaparkan perselisihan dengan Fir'aun dan urusannya dengan Bani Israil, Al Qur'an menyingkap berlimpah keterangan tentang Mesir kuno. Pentingnya banyak babak bersejarah ini hanya baru-baru ini menjadi perhatian para pakar dunia. Ketika seseorang memperhatikan babak-babak bersejarah ini dengan pertimbangan, seketika akan menjadi jelas bahwa Al Qur'an, dan sumber pengetahuan yang dikandungnya, telah diwahyukan oleh Allah Yang Mahatahu dikarenakan Al Qur'an bersesuaian langsung dengan seluruh penemuan besar di bidang ilmu pengetahuan, sejarah dan kepurbakalaan di masa kini.</p>
<p>Satu contoh pengetahuan ini dapat ditemukan dalam paparan Al Qur'an tentang Haman: seorang pelaku yang namanya disebut di dalam Al Qur'an, bersama dengan Fir'aun. Ia disebut di enam tempat berbeda dalam Al Qur'an, di mana Al Qur'an memberitahu kita bahwa ia adalah salah satu dari sekutu terdekat Fir'aun.</p>
<p><!--more--> Anehnya, nama “Haman” tidak pernah disebutkan dalam bagian-bagian Taurat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Musa AS. Tetapi, penyebutan Haman dapat ditemukan di bab-bab terakhir Perjanjian Lama sebagai pembantu raja Babilonia yang melakukan banyak kekejaman terhadap Bani Israil kira-kira 1.100 tahun setelah Nabi Musa AS. Al Qur'an, yang jauh lebih bersesuaian dengan penemuan-penemuan kepurbakalaan masa kini, benar-benar memuat kata “Haman” yang merujuk pada masa hidup Nabi Musa AS.</p>
<p>Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan terhadap Kitab Suci Islam oleh sejumlah kalangan di luar Muslim terbantahkan tatkala naskah hiroglif dipecahkan, sekitar 200 tahun silam, dan nama “Haman” ditemukan di naskah-naskah kuno itu. Hingga abad ke-18, tulisan dan prasasti Mesir kuno tidak dapat dipahami. Bahasa Mesir kuno tersusun atas lambang-lambang dan bukan kata-kata, yakni berupa hiroglifik. Gambar-gambar ini, yang memaparkan kisah dan membukukan catatan peristiwa-peristiwa penting sebagaimana kegunaan kata di zaman modern, biasanya diukir pada batu dan banyak contoh masih terawetkan berabad-abad. Dengan tersebarnya agama Nasrani dan pengaruh budaya lainnya di abad ke-2 dan ke-3, Mesir meninggalkan kepercayaan kunonya beserta tulisan hiroglif yang berkaitan erat dengan tatanan kepercayaan yang kini telah mati itu. Contoh terakhir penggunaan tulisan hiroglif yang diketahui adalah sebuah prasasti dari tahun 394. Bahasa gambar dan lambang telah terlupakan, menyisakan tak seorang pun yang dapat membaca dan memahaminya. Sudah tentu hal ini menjadikan pengkajian sejarah dan kepurbakalaan nyaris mustahil. Keadaan ini tidak berubah hingga sekitar 2 abad silam.</p>
<p>Pada tahun 1799, kegembiraan besar terjadi di kalangan sejarawan dan pakar lainnya, rahasia hiroglif Mesir kuno terpecahkan melalui penemuan sebuah prasasti yang disebut “Batu Rosetta.” Penemuan mengejutkan ini berasal dari tahun 196 SM. Nilai penting prasasti ini adalah ditulisnya prasasti tersebut dalam tiga bentuk tulisan: hiroglif, demotik (bentuk sederhana tulisan tangan bersambung Mesir kuno) dan Yunani. Dengan bantuan naskah Yunani, tulisan Mesir kuno diterjemahkan. Penerjemahan prasasti ini diselesaikan oleh orang Prancis bernama Jean-Françoise Champollion. Dengan demikian, sebuah bahasa yang telah terlupakan dan aneka peristiwa yang dikisahkannya terungkap. Dengan cara ini, banyak pengetahuan tentang peradaban, agama dan kehidupan masyarakat Mesir kuno menjadi tersedia bagi umat manusia dan hal ini membuka jalan kepada pengetahuan yang lebih banyak tentang babak penting dalam sejarah umat manusia ini.</p>
<p>Melalui penerjemahan hiroglif, sebuah pengetahuan penting tersingkap: nama “Haman” benar-benar disebut dalam prasasti-prasasti Mesir. Nama ini tercantum pada sebuah tugu di Museum Hof di Wina. Tulisan yang sama ini juga menyebutkan hubungan dekat antara Haman dan Fir'aun. 1</p>
<p>Dalam kamus People in the New Kingdom , yang disusun berdasarkan keseluruhan kumpulan prasasti tersebut, Haman disebut sebagai “pemimpin para pekerja batu pahat”. 2</p>
<p>Temuan ini mengungkap kebenaran sangat penting: Berbeda dengan pernyataan keliru para penentang Al Qur'an, Haman adalah seseorang yang hidup di Mesir pada zaman Nabi Musa AS. Ia dekat dengan Fir'aun dan terlibat dalam pekerjaan membuat bangunan, persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur'an.</p>
<p>Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS. Al Qashas, 28:38)</p>
<p>Ayat dalam Al Qur'an tersebut yang mengisahkan peristiwa di mana Fir'aun meminta Haman mendirikan menara bersesuaian sempurna dengan penemuan purbakala ini. Melalui penemuan luar biasa ini, sanggahan-sanggahan tak beralasan dari para penentang Al Qur'an terbukti keliru dan tidak bernilai intelektual.</p>
<p>Secara menakjubkan, Al Qur'an menyampaikan kepada kita pengetahuan sejarah yang tak mungkin dimiliki atau diketahui di masa Nabi Muhammad SAW. Hiroglif tidak mampu dipecahkan hingga akhir tahun 1700-an sehingga pengetahuan tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya di masa itu dari sumber-sumber Mesir. Ketika nama “Haman” ditemukan dalam prasasti-prasasti kuno tersebut, ini menjadi bukti lagi bagi kebenaran mutlak Firman Allah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebah Madu]]></title>
<link>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=24</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 12:26:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>rickyhamdani</dc:creator>
<guid>http://rickyhamdani.wordpress.com/?p=24</guid>
<description><![CDATA[Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, &#8220;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69)<br />
Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.<br />
<!--more-->Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.</p>
<p>Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.</p>
<p>Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.</p>
<p>Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah</p>
<p>Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.</p>
<p>Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.</p>
<p>Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.</p>
<p>Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.</p>
<p>Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.<br />
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.</p>
<p>Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?</p>
<p>Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akıllı Tasarımın Çöküşü]]></title>
<link>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=197</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 15:24:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Da Vinci</dc:creator>
<guid>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=197</guid>
<description><![CDATA[Brown Üniversitesi&#8217;nden biyoloji profesörü Kenneth R. Miller&#8216;ın The Collapse of Inte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Brown Üniversitesi'nden biyoloji profesörü <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kenneth_R._Miller">Kenneth R. Miller</a>'ın <span style="font-style:italic;">The Collapse of Intelligent Design</span> (Akıllı Tasarımın Çöküşü) konulu konferansını Türkçe altyazılı olarak aşağıdan izleyebilirsiniz. Ayrıca videonun altındaki arayüzden de Miller'ın kullandığı sunum dosyasına ulaşabilirsiniz.</p>
<p style="text-align:justify;">Bunlara ek olarak internet üzerinden izlemek istemeyenler aşağıdaki linklerden Türkçe altyazılı videoyu indirebilirler:</p>
<blockquote><p>http://rapidshare.com/files/137715503/KMonID.part1.rar<br />
http://rapidshare.com/files/137715509/KMonID.part2.rar</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">İyi seyirler...</p>
<p>[blip.tv ?posts_id=1161942&#38;dest=-1]<br />
[slideshare id=104945&#38;doc=the-collapse-of-intelligent-design-by-kenneth-miller4903&#38;w=470]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yaratılış Atlası masalları]]></title>
<link>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=184</link>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 12:33:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Da Vinci</dc:creator>
<guid>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=184</guid>
<description><![CDATA[Harun Yahya ekibinin yeni bir masalıyla tekrar karşınızdayım. Terör Suçu İşleyenler Aslınd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Harun Yahya ekibinin yeni bir masalıyla tekrar karşınızdayım. <a href="http://www.harunyahya.org/dunyadanYankilarDetay.php?haberId=604"><span style="font-style:italic;">Terör Suçu İşleyenler Aslında Darwinisttir</span></a> başlıklı bir haber yapmışlar bu sefer. Masal şöyle başlıyor:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">ABD'deki en iyi küçük, günlük gazete olarak tanınan <em>Walla Walla Union Bulletin</em> gazetesi, 16 Eylül 2007 tarihinde <em>Yaratılış Atlası</em> ile ilgili bir makaleye yer verdi. Gazetenin yayıncısı Larry Duthie tarafından kaleme alınan makalede, <em>Atlas</em>'tan şu ifadelerle bahsedildi:</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Devamında yazıdan bölümlere yer veriliyor. Burada bahsi geçen makalenin aslına <a href="http://union-bulletin.com/articles/2007/09/16/opinion/publisher_editor_column/opinion958.txt">buradan</a> ulaşabilirsiniz. Masaldaki bazı hatalı çevirilere ve gerçek olayın anlatılmayan kısımlarına kısaca değineceğim. Masalda şöyle deniliyor:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">... Bu kitabın adı <em>Yaradılış Atlası</em>. Kitabı gözden geçirdim... <strong><span style="font-weight:normal;">[kitabın] bu olağandışılığının beni büyülediğini söyleyebilirim.</span><br />
</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yazının aslında ise olağandışılık olarak aktarılan kısımda "weirdness" kelimesi kullanılmış yani <span style="font-weight:bold;">gariplik, tuhaflık</span>. Ayrıca üç nokta ile geçilen bölümde <span style="font-style:italic;">"baskısı ve cildi iyi olmasına rağmen size diğer kitabı - büyük olanı öneremem"</span> diyor. Burada yazar yazısında iki kitap hakkında konuşuyor. Okurlarına önerdiği ve ilk tanıttığı kitap <span class="story-detail">Luis Alberto Urrea'nın </span><span class="story-detail">Devil's Highway isimli kitabı. Sıra Harun Yahya'nın Yaratılış Atlasına gelince bu kitabı okurlarına önermediğini söylüyor ve zaten yazının devamında da neden önermediğini açıklıyor. Ama nasıl oluyorsa Harun Yahya ekibi bu yazıyı kendileri için önemli bir başarıymış gibi göstermeye çalışıyor. Masal şöyle devam ediyor:<br />
</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span>800 sayfanın büyük kısmı fosil fotoğraflarından oluşuyor ve bu şekliyle sergilenmek üzere sehpalarda sürekli tutulacak bir kitap kalitesinde üretilmiş. Fotoğraflar enstantane </span><span>ve renkler çok güzel bir biçimde ayarlanmış...</span></p>
</blockquote>
<p><span>Bu seferki üç noktalı yerde ise yazar <span style="font-style:italic;">"ama burası dengenin bittiği yer"</span> diyor. Yani <span style="font-style:italic;">"resim ve renkler çok dengeli ama denge burada bitiyor"</span> diyor. Masalımıza devam ediyoruz:<br />
</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">566’ncı sayfada örneğin günümüz mayıs sineği larvası ile bir böcek fosilinin fotoğrafını yan yana konmuş... Başlıkta diyor ki 156 ila 150 milyon yıl arasında, Son Jurasik Çağda bulunan bir fosil. <strong>"Bugün yaşayan mayıs sineği larvaları ile 156 ilâ 150 milyon yıl yaşındakiler aynı. Bu bize evrimin bir senaryo olduğunu ve bilime dayalı olmadığını gösteriyor."</strong> diyor yazar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Burada üç nokta olan yerde ise <span style="font-style:italic;">"aynı değiller ama benzerler"</span> diyor yazar. Yani aslında Harun Yahya'nın temel argümanının aslında yanlış olduğunu söylüyor. Haliyle aradaki bu cümleyi almamışlar. Masala devam:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bu kitabın bir dindar tarafından yazılmış olduğu açıkça görülüyor ve gerçekten de öyle. Harun dindar bir Müslümandır.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span>Burada ise yazar <span style="font-style:italic;">"fundementalist"</span> kelimesini kullanmış yani <span style="font-weight:bold;">köktendinci (veya köktenci)</span>. Yani yazar Harun Yahya'yı dindar bir müslüman olarak değil köktendinci bir müslüman olarak nitelendiriyor. Masal böyle sürüp gidiyor. Hoş gözükmeyecek bölümler alınmıyor ve sanki kitap ve Harun Yahya hakkında güzel şeyler yazılmış gibi gösterilmeye çalışılıyor.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Bu arada yazının devamında yazar şöyle diyor:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Karmaşık konulardaki tüm bakış açılarını inceleyen Devil's Highway'in aksine Yaratılış Atlası dengeyi sağlayabilecek her veriyi görmezden geliyor. Örneğin kitapta tek bir dinozor fosili fotoğrafı yok.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Görüldüğü gibi aslında bu yazı bir eleştiri yazısı hem de olumsuz bir eleştiri yazısı. Ama Harun Yahya ekibi bu yazıyı alıp kesip biçerek bir şekilde kendileri adına olumlu birşeymiş gibi sunuyorlar.</p>
<p style="text-align:justify;">Belki yaptıkları şeyden utanırlar ve buna bir son verirler diye bu yazıları yazıyorum. Ama anlaşılan bundan rahatsız olmuyorlar. Belki de <span style="font-style:italic;">"ne de olsa dava açıp bir şekilde siteye erişimi engelletiyoruz"</span> diyerek bunu önemsemiyorlardır. Kim bilir...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yaratılış Atlası'nın dünyadaki 'Etkileri']]></title>
<link>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=178</link>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 12:22:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Da Vinci</dc:creator>
<guid>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=178</guid>
<description><![CDATA[Geçenlerde Etkiler adlı Harun Yahya haberleri yapan bir blog ile karşılaştım. Bu blogdaki New ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/files/2008/07/yaratilisatlasi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-182" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/files/2008/07/yaratilisatlasi.jpg" alt="" width="150" height="208" /></a>Geçenlerde <em><a href="http://etkiler.blogspot.com/">Etkiler</a></em> adlı Harun Yahya haberleri yapan bir blog ile karşılaştım. Bu blogdaki <em><a href="http://etkiler.blogspot.com/2007/07/new-york-timesda-harun-yahya.html">New York Times'da Harun Yahya</a></em> başlıklı yazıda, <span style="font-style:italic;"><a href="http://www.nytimes.com/2007/07/17/science/17book.html?ei=5070&#38;en=cd7c25bc35c8bdd8&#38;amp;amp;ex=1185681600&#38;adxnnl=1&#38;adxnnlx=1185540979-3MNWXYpcZFxFBTVO9ygHyw&#38;pagewanted=all">The New York Times'da</a> </span>Yaratılış Atlası kitabının dünya çapında çeşitli kurumlara ve kişilere gönderilmesiyle ilgili haberden bahsediliyor. Haberden alıntılar yapılarak Harun Yahya'nın ne kadar büyük birşey başardığı izlenimi verilmeye çalışılıyor. Ama nedense orijinal haberdeki bazı önemli bölümler es geçilmiş. Ben de size onları aktarmak istiyorum. İşte NYT'daki makalede olan ama Etkiler'deki yazıda belirtilmeyen kısımlar:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Birleşik Devletlerde henüz benzer tepkiler ortaya çıkmıyor. Diğer meslektaşları gibi posta kutusunda bu kitabı bulan Berkeley Üniversitesi'den evrimsel biyolog Kevin Padian "Biz ülkemizde buna benzer saçmalıklara alışığız" diyor.</p>
<p style="text-align:justify;">Kitabı alanların "yalnızca boyutları ve üretim değerleri karşısında hayret ettiklerini ve içinin zırvalarla dolu olması karşısında da aynı derecede şaşırdıklarını" söylüyor.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr. Padian "Eski bir yengeç veya başka birşeyin fosilini görünce 'Bakın, tamamen normal bir yengeç gibi gözüküyor, yani evrim yoktur' diyor. "Neslinin tükenmiş olması onu rahatsız etmiyor gibi gözüküyor. Canlıların zaman içinde nasıl değiştiğiyle ilgili bildiklerimizi anlama yetisi yok."</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bunlar Kevin Padian'ın söyledikleriyle ilgili olup Etkiler'de nedense yer almayan bölümlerdi. Bir de Kenneth R. Miller'ın söylediği ama yine nedense Etkiler'deki yazıda yer almayan bölüme bakalım:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Eline kitap ulaşanlar kitabın içeriğinden etkilenmeseler de kitabın görünen maddi değeri karşısında şaşkınlığa uğradılar. Klasik biyoloji ders kitabı yazarlarından Dr. Miller, "Bir kitapçıya gidip böyle bir kitapla karşılaşırsanız, o kitap en az 100$ olacaktır." dedi. "Yalnızca üretim maliyetleri bile astronomik. Milyonlarca dolardan bahsediyoruz."</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">İşte durum böyle. Yaratılış Atlası kitabının içeriğinin tüm dünyada bilim adamları arasında önemli etkiler yaptığı yönünde yürütülen propagandanın sonu gelmiştir. NYT'deki bu haberde açıkça görüldüğü gibi bilim adamları kitabın içeriğinden değil, kitabın parasal değerinden etkilenmiş durumdalar. Üretim maliyeti bu kadar yüksek olan bir kitabın nasıl olup da bedava dağıtıldığını çözmeye çalışıyorlar. Bu maddi kaynağın nereden geldiği onlar için çok daha önemli. Ayrıca şaşkınlık içinde oldukları bir diğer nokta ise böyle pahalı bir kitabın içinin nasıl olup da bu kadar safsata ile doldurulduğu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Güncelleme:</strong></em> Bu arada yeni fark ettim de bu haberin aynısı Harun Yahya'nın <a href="http://www.harunyahya.org/guncel/newyorktimes_070717.html">kendi sitesinde</a> de varmış. Linki tıklayıp siteye girerseniz benim yukarda aktarmış olduğum kısımların 3 nokta (...) koyularak es geçildiğini ve okurlara aktarılmadığını görürsünüz.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Conspiratorial View Bukanlah Alternatif, Melainkan Kebutuhan]]></title>
<link>http://attestantofthetruth.wordpress.com/?p=153</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 06:13:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung</dc:creator>
<guid>http://attestantofthetruth.wordpress.com/?p=153</guid>
<description><![CDATA[Menanggapi respon beberapa teman ke email saya (karena malu komentarnya nampang di blog) yang ingin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menanggapi respon beberapa teman ke email saya (karena malu komentarnya nampang di blog) yang ingin tahu lebih jauh mengenai Conspiratorial View of History (selanjutnya akan saya sebut sebagai Conspiratorial View saja) dan Accidental View of History (selanjutnya akan saya sebut sebagai Accidental View saja) yang secara sangat ringkas sudah saya singgung di artikel terdahulu, KONSPIRASI: REFORMAT KURIKULUM PENDIDIKAN SEJARAH, kali ini saya akan menjelaskan mengenai pendekatan sejarah tersebut dengan lebih luas. Pertama-tama perlu dijelaskan bahwa History bukanlah His story. Kalau mau ngomong sejarah harus memakai referensi, baik “valid” maupun “kurang valid” (disini teori relativitas berlaku, yaitu valid untuk siapa dan tujuan apa), jangan asal katanya aja. Sekurang-kurangnya ada 3 buku yang saya miliki yang memperkenalkan dikotomi pendekatan sejarah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="margin:1px;" src="http://www.fossilizedcustoms.com/UnseenHand.jpg" alt="" width="150" height="200" />Yang pertama, tentu saja buku andalan saya yang berjudul THE UNSEEN HAND: AN INTRODUCTION TO THE CONSPIRATORIAL VIEW OF HISTORY, karya A. Ralph Epperson, yang dihadiahkan oleh Mr. Joe Jussac yang juga menjadi salah satu kontributor blog konspirasi ini. Buku ini mungkin bisa dikatakan paling komprehensif dalam mengulas Conspiratorial View, karena pengarangnya telah melakukan riset untuk Conspiratorial View of History ini selama 27 tahun lebih (umur saya sampai tulisan ini dipublish pun belum mencapai 24 tahun). Karena ini bukan biografi, maka data-data beliau – dan penulis-penulis lain – saya lewati dan langsung menuju ke bagian yang sejalan dengan judul tulisan ini saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Epperson mendefinisikan Conspiratorial View of History sebagai pandangan bahwa “<em>his</em><em>torical events occur by design for reasons that are not generally made known to the people</em>” (kejadian-kejadian historis terjadi karena sengaja direncanakan dengan alasan-alasan yang umumnya tidak untuk diketahui orang/publik), sebagai imbangan dari apa yang disebut sebagai Accidental View of History yang didefinisikan sebagai pandangan bahwa “<em>historical events occur by accident, for no apparent reason. Rulers are powerless to intervene</em>.” (kejadian-kejadian historis terjadi secara kebetulan, tanpa adanya alasan yang jelas. Para pemegang kekuasaan tidak berkuasa untuk terlibat didalamnya.)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari dikotomi tersebut jelas kita bisa langsung mendapat gambaran betapa “taklid”nya para konsumen Accidental View terhadap sejarah. Kita tak perlu mempertanyakan sebab-sebab suatu peristiwa bisa terjadi, bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sekarang, apalagi kehidupan nanti. Dengan istilah yang mudah, pembelajaran sejarah menjadi tak lebih sebagai pelajaran hafalan nama, tempat, waktu, suatu kejadian berlangsung dalam sejarah. Inilah yang terjadi pada pembelajaran sejarah kita (pantes ngga ya saya ngomong gini, soalnya saya bukan orang sejarah secara Akademis. Kalau ada mahasiswa atau dosen sejarah yang merasa saya kurang ajar harap dimaafkan) di Indonesia. Dari SD sampai SMA (saya kuliah Diploma III Jurusan Bahasa Inggris di salah satu Akademi Bahasa Asing di Jogja yang tak terlalu terkenal), yang saya dapat dan catat hanyalah nama-nama pahlawan atau penjajah, tanggal dan tahun peperangan, atau tempat dimana suatu perjanjian diadakan. Ujiannya juga ngga jauh dari itu-itu juga. Saya malas membahas masalah ini panjang lebar karena siapapun yang sudah merasakan pendidikan dari SD sampai SMA di Indonesia sudah pernah merasakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu coba kita lihat Conspiratorial View, yah anda benar. Lebih rumit daripada Accidental View. Jika kita mau memakai Conspiratorial View, kita dituntut untuk menemukan rancangan, perancang, sebab-sebab dirancangnya, dan aspek-aspek lain dalam suatu kejadian historis. Kelihatan rumit, dan – sedikit keluar dari topik – saya  pernah melakukan survey tak resmi ke sejumlah mahasiswa sejarah yang bisa saya temui di Jogjakarta. Semua yang pernah saya temui beberapa tahun ini kebanyakan baru mengetahui ada dua pendekatan sejarah itu dari saya. Tapi mereka bisa menceritakan kejadian atau pelaku sejarah dengan kualitas spelling nama tempat atau orang yang mengagumkan, serta akurasi tahun-tahun hidup seseorang maupun berlangsungnya suatu kejadian dengan tepat. Namun mereka harus terdiam ketika saya tanyakan, apakah tujuan mereka mempelajari sejarah? Rata-rata menjawab kurang lebih, “agar bisa belajar dari masa lampau demi kehidupan sekarang dan masa depan yang lebih baik.”</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tersenyum mendengar jawaban itu, lalu kembali saya tanyakan pada mereka, “apa yang bisa kita harapkan untuk kehidupan sekarang maupun mendatang dari hafalan nama, tempat, dan waktu saja?” Waktu mereka bingung disinilah peran saya sebagai pewarta (bagi para penginjil harap jangan tersinggung ya, karena saya memakai istilah ini sebagai euphemism terhadap kata propagandis yang konotasinya jelek) Conspiratorial View. Dimana-mana orang seperti saya ini selalu dikatakan paranoid, suka menghubung-hubungkan, bahkan orang yang sakit jiwa, capek deh (maaf malah jadi curhat). OK, kembali ke topik semula.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari definisi yang diberikan Ralph Epperson, saya melihat ada beberapa unsur (kalau ada yang mau nambah dipersilakan loh…) yang mendukung suatu kejadian dalam sejarah, diantaranya yaitu: 1. the conspirators alias para perancang konspirasi, 2. the reasons of a conspiracy alias sebab-sebab kenapa konspirasi itu dirancang, dan 3. the alibi alias cara-cara penghilangan jejak supaya konspirasi tidak dicurigai sebagai konspirasi. Keberhasilan unsur yang ketiga inilah yang membuat konspirasi sering menjadi misteri, spekulasi, bahkan terasi, eh salah, dianggap ba(ha)sa basi. Lalu, apakah konspirasi mustahil diungkap? O tunggu, jangan menyerah dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Epperson memberikan tiga alternatif untuk mengekspos konspirasi, yaitu: 1. Bagi seseorang yang terlibat dalam konspirasi tersebut agar memisah dari situ dan mengungkapkan keterlibatannya sendiri. Pengungkapan ini membutuhkan keberanian ekstrim dan tipe ini memang sangat jarang, namun mungkin orang-orang seperti Leo Zagami, atau Caroll Quigley bisa dimasukkan dalam kategori ini.; 2. Bagi mereka yang dengan ke”belum-tahuan”nya ikut berpartisipasi dalam perencanaan konspirasi, dan baru menyadarinya kemudian lalu melakukan pengungkapan seperti pada kelompok pertama sebelumnya. Tipe orang seperti ini juga sangat jarang dalam sejarah, tapi mampu mengekspos bagian tersembunyi dalam konspirasi, dengan resiko yang bisa membahayakan nyawanya. Orang-orang seperti John Robison penulis buku PROOFS OF A CONSPIRACY, William Morgan, atau Charles G. Finney mungkin bisa dimasukkan dalam kategori ini.; 3. Bagi mereka yang belum “dianugerahi” kesempatan untuk ditawari bergabung dan terlibat dalam konspirasi, yaitu dengan mengungkapkan design konspirasi pada kejadian-kejadian yang telah lalu. Epperson mengkategorikan dirinya sendiri dalam tipe ini, yang merupakan tipe ekspose yang paling banyak terjadi. Beberapa orang lain yang mungkin bisa saya masukkan dalam kategori ini diantaranya Gary Allen, Eustache Mullins, Jury Lina, Fritz Springmeier, Joe Jussac, Jim Marrs, Harun Yahya, Herry Nurdi, Rizki Ridyasmara, Firdaus A.N atau saya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="margin:1px;" src="http://pixhost.eu/avaxhome/avaxhome/2007-12-23/SecretSocieties.jpg" alt="" width="150" height="200" />Yang kedua, buku berjudul SECRET SOCIETIES AND THEIR POWER IN THE 20TH CENTURY karya seseorang dengan nama samaran Jan Van Helsing yang aslinya ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul GEHEIMGESELLSCHAFTEN UND IHRE MACHT IM 20 JAHRHUNDERT, yang merupakan hadiah dari bang Indra Adil penulis novel THE “LADY DI” CONSPIRACY terbitan Pustaka Al-Kautsar. Van Helsing menyebutkan dua dikotomi sejarah dengan istilah yang berbeda dari Ralph Epperson, yaitu “<em>two levels of historical reality</em>” (dua tingkatan realita sejarah). Tingkatan pertama adalah yang disebut sebagai so-called public opinion (opini publik) yang didefinisikan “<em>th</em><em>at is served to the average citizen by the mass media and will later, because of persons writing it down, become histo</em><em>ry</em>” (diperuntukan bagi masyarakat pada umumnya oleh media massa dan nantinya, karena sebagian orang meyakini kebenaran itu lalu menulisnya, berubah menjadi sejarah). Lalu “<em>the second one though is made up of the happenings that are not revealed to the public</em>.” (yang kedua, meski terbentuk dari hasil berbagai peristiwa yang tidak (pernah) dibeberkan ke publik). Ini merupakan <em>world of machinations</em> oleh loge-loge rahasia dan secret-societies yang menghubungkan modal, politik, ekonomi, dan agama. Pada tingkat ini negara didirikan, perang direncanakan, para presiden dan pemimpin ditugaskan di kantor, dan ketika mereka tidak “berfungsi”, dihabisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski dengan terminologi yang berbeda, namun van Helsing rupanya setuju dengan Epperson mengenai masalah konspirasi. Bahkan dalam mendefinisikan Accidental View, yang oleh van Helsing disebut sebagai public opinion, dia langsung mengarahkan telunjuknya pada media massa (koran, TV, Radio, Film, literatur umum dll) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembentukan ke”awam”an (ketidaktauan dan ketidakpedulian) publik terhadap masalah konspirasi. Pada tingkatan kedua, meskipun tidak memberikan teminologinya, namun dia memberi contoh yang sangat bagus (lihat kalimat terakhir paragraph sebelumnya). Buku ini sangat sulit didapatkan, bahkan di internet sekalipun. Salah satu edisi full online buku ini yang saya temukan di situs bibliotecapleyades (maaf kalau salah spellingnya) tidak menyertakan gambar-gambar pesawat mirip UFO yang dipakai Hitler. Membaca buku ini agak ngeri karena terkesan penulisnya merupakan salah satu partisipan konspirasi yang berkhianat, sehingga segala isinya hampir meyakinkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="margin:1px;" src="http://www.lust-for-life.org/Lust-For-Life/NoneDareCallItConspiracy/none-dare_files/nonedare-199ae4c4.jfif" alt="" width="150" height="200" />Yang ketiga, buku berjudul NONE DARE CALL IT CONSPIRACY karya Gary Allen, yang bisa dibilang hampir menjadi salah satu buku wajib bagi pembelajar konspirasi, dan menjadi salah satu referensi dalam Daftar Pustaka kedua buku yang disebut sebelumnya. Gary Allen memakai terminologi yang sangat mirip dengan Epperson (atau malah mungkin Epperson-lah yang terilhami untuk mengistilahkan Conspiratorial dan Accidental View dari buku Gary Allen ini) yaitu Conspiracy Theory of History dan Accidental Theory of History.</p>
<p style="text-align:justify;">Gary Allen tidak memberikan penjelasan yang eksplisit mengenai dikotomi tersebut, namun dia menjelaskannya dalam satu paragraph yang bagus sebagai berikut: (Maaf, saya malas menerjemahkannya, panjang sih…)<br />
<em>Those who believe that major world events result from planning are laughed at for believing in the "conspiracy theory of history." Of course, no one in this modern day and age really believes in the conspiracy theory of history — except those who have taken the time to study the subject. When you think about it, there are really only two theories of history. Either things happen by accident neither planned nor caused by anybody, or they happen because they are planned and somebody causes them to happen. In reality, it is the accidental theory of history preached in the unhallowed Halls of Ivy which should be ridiculed. Otherwise, why does every recent administration make the same mistakes as the previous ones? Why do they repeat the errors of the past which produce inflation, depressions and war? Why does our State Department "stumble" from one Communist aiding "blunder" to another? If you believe it is all an accident or the result of mysterious and unexplainable tides of history, you will be regarded as an "intellectual" who understands that we live in a complex world. If you believe that something like 32,496 consecutive coincidences over the past forty years stretches the law of averages a bit, you are a kook!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang sudah mulai masuk akal bahwa kami* memberi judul artikel ini Conspiratorial View Bukanlah Alternatif, Melainkan Kebutuhan. Yah, kita sudah terlalu lama dicekoki hafalan-hafalan yang saya yakin tak akan berpengaruh banyak bagi kehidupan sekarang, apalagi yang akan datang. Apa yang sudah kita dapatkan dari sekedar hafal bahwa 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamirkan bagi kehidupan kita yang tak juga semakin baik sekarang ini, dan entah mau sampai kapan?<br />
(Cerita) Sejarah standar [his story] kita tak pernah mengajari bahwa negeri ini hancur karena kemerdekaan yang diperjuangkan sebagian besar kaum muslimin tidak diproklamirkan dengan Bismillah. Sejarah standar tak pernah mengajarkan Freemasonry sudah masuk Indonesia tahun 1700an, sesuatu yang sangat parah sehingga sebagian besar kita saat ini masih menganggap Freemasonry hanya ada dalam novel atau dongeng. Sejarah standar tak pernah memberitahu atau menerangkan sudah menjadi Freemason berapa derajatkah Thomas Stanford Raffles, Snouck Hurgronje, dan penjajah lainnya. Sejarah standar tak pernah memberitahu bahwa Kapolri Pertama kita adalah seorang Grand Master. Sejarah standar mengabaikan peran tempat-tempat maupun bangunan-bangunan bernama Loji, dan jarang mengetahui apa yang dimaksud dengan Loji tersebut. Sejarah standar hanya mencekoki kita dengan segala hafalan yang tidak ada gunanya untuk kehidupan sekarang, apalagi nanti di akhirat. Di kuburan kita tak akan ditanyai siapa itu Snouck Hurgronje, kapan SUPERSEMAR dikeluarkan, atau di mana perjanjian Renville diadakan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah saatnya kita buka mata masing-masing kita yang ingin melihat kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita semua. Sudah saatnya kita desak departemen pendidikan nasional untuk memasukkan Conspiratorial View ke dalam kurikulum sejarah kita sebagai suatu keharusan, supaya anak-anak kita bisa menikmati dunia yang lebih baik dari kita sekarang. Sudah saatnya Indonesia bangkit dari keterpurukan akibat pemahaman sejarah standar cekokan tanpa bisa dikritisi seperti yang selama ini kita telan. Ingat, dengan memahami dan mengerti bagaimana konspirasi bekerja adalah modal terbesar dan ampuh (kemungkinan besar ditakuti para konspirator) untuk memulai agar tidak terjebak ke dalam lubang yang sama untuk kesekian kalinya. Saatnya membangun kecerdasan, emosi, dan moral masyarakat Indonesia yang katanya negeri berpenduduk Muslim dengan jumlah terbesar di dunia ini agar tidak dibodohi terus, karena bagi orang Islam perintah pertama baginya adalah membaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon tanggapannya kalau masih ada hal-hal yang belum jelas. Terimakasih, semoga berguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Pustaka Pilihan:</p>
<p style="text-align:justify;">A. Ralph Epperson, THE UNSEEN HAND<br />
Caroll Quigley, TRAGEDY AND HOPE (A)<br />
Gary Allen, NONE DARE CALL IT CONSPIRACY (A)<br />
Herry Nurdi, JEJAK FREEMASON &#38; ZIONIS<br />
Herry Nurdi, KEBANGKITAN FREEMASON &#38; ZIONIS
</p>
<p style="text-align:justify;">Jim Marrs, RULE BY SECRECY<br />
John Robison, PROOFS OF A CONSPIRACY (A)<br />
Jan van Helsing, SECRET SOCIETIES IN THE 20TH CENTURY<br />
Paul W. van der Veur, FREEMASONRY IN INDONESIA (A)<br />
Th. Stevens, TAREKAT MASON BEBAS
</p>
<p style="text-align:justify;">* 	Terimakasih untuk seorang Gadis Manis Mungil yang “memaksa” saya untuk menulis lagi tentang Conspiratorial View ini sedikit lebih luas dan mengusulkan judulnya.</p>
<p style="text-align:justify;">(A)	AVAILABLE TO DOWNLOAD FROM THIS BLOG. Silakan menuju halaman E-books kalau mau mendownloadnya tanpa dipungut biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditambahkan pada 3 Agustus 2008:<br />
<img class="alignleft" style="margin:1px;" src="http://www.wingtv.net/thorn2006/rulebysecrecy.jpg" alt="" width="150" height="200" />Jim Marrs dalam bukunya RULE BY SECRECY juga membahas dikotomi ini. Dikotomi tersebut yaitu sama pada dikotomi yang dikemukakan Epperson, yaitu Accidental dan Conspiratorial. Jim Marrs mendefinisikan Accidental View sebagai “<em>is that history is simply a series of accidents, or acts of God, which world leaders are powerless to alter or prevent</em>”, sama seperti yang dikemukakan Epperson. Sedangkan Conspiratorial View didefinisikan sebagai “<em>could more accurately be called the "cause and effect" view. Obviously, accidents occur. Planes, trains, and cars crash. Ships sink. But in history, it is clear that human planning most often precipitates events</em>.” Secara global masih sama dengan 3 dikotomi sebelumnya. (Terimakasih untuk seorang sahabat yang telah mengusulkan untuk memasukkan bukunya Jim Marrs berkaitan dengan dikotomi pandangan dalam sejarah.)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kadir Çelik'in Adnan Oktar röportajından kesitler]]></title>
<link>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=162</link>
<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 18:32:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Da Vinci</dc:creator>
<guid>http://yaratiliscilaracevaplar.wordpress.com/?p=162</guid>
<description><![CDATA[Kadir Çelik&#8217;in Adnan Oktar ile yaptığı röportajdan bazı bölümler. Parantez içinde ola]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kadir Çelik'in Adnan Oktar ile yaptığı röportajdan bazı bölümler. Parantez içinde olan (DV ile başlayan) kalın ve italikli yazılar benim yorumlarımdır:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Adnan bey nasıl geçinirsiniz efendim siz? Yani geliriniz nedir? Ticaret mi yaparsınız, yoksa babadan kalma bir servetiniz var da onu mu harcarsınız?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Tabiki bir ticari ufak tefek çalışmalarım oluyor arkadaşlarımla o tarzda bir çalışmam var eskiden beri. Ama ben öyle bir müsrif bir insan değilim, yani öyle dışarıda hayatı olan, bol bol para harcayan falan bir insan değilim. Ama kendime yetecek kadar bir ticari faaliyetim oluyor.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Yoksa sorunun aslında nereye geleceğini herhalde biliyordunuz, yoksa o zengin aile çocuklarının varlıkları mı akıtılıyor? Çünkü bu da iddialar arasında.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(DV: Yok canım daha neler? Kadir bey nerden çıkarıyorsunuz böyle şeyleri? Hiç öyle şey olur mu? Adnan bey çok mütevazı bir yaşam sürüyor. Ne parası ne servet akıtılmasından bahsediyorsunuz?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar: </span>Ama ben çok sakin yaşayan bir insanım yani öyle bir şeyi harcayacak ortamım yok benim. Yani gazinoya gitmem, eğlenmeye gitmem, yani gidenler de olabilir tabikide. Fakat o parayı harcayacak benim bir ortamım olmuyor. Öyle bir iddianın olması için onu harcayacak bir yer olması lazım.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Ne yani para akıtılıyor da ben harcayacak yer bulamıyorum mu demek istiyorsunuz Adnan bey? Yok yok. Heralde öyle demek istemediniz. Ufak bir yanlış anlaşılma oldu.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Yaşadığınız alanlar çok lüks alanlar, mekanlar...</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Örnek?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Kandilli'deki, Rasathane'nin altındaki yer, mesela Silivri'de bir çiftlik vardı, dehşetti. Çok ağdalı döşenmiş, Versace koltuklar var, pek çok tarihi eser var, yani orası bir köşk olmaktan öte, bir kaşane havasında.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Kandilli'deki eve çok nadir olarak misafir olarak gittim. Silivri'deki çiftliğe hiç gitmedim. Bir kere dahi gitmedim.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Gerçekten mi? Helal olsun size Adnan bey. Yani bu lüks mekanlar elinizin altında ama hiç kullanmıyorsunuz bile. Takdire şayan bir davranış.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Efendim herhalde Gültepe'de bir gecekonduda yaşamıyorsunuz.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Yok artık, daha neler Kadir bey. O kadar da değildir heralde. Baksanıza Adnan beyin kendine yetecek kadar bir ticari faaliyeti varmış. Gecekonduda ne işi olsun? Sizi ciddiyete davet ediyorum.) </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Doğru ama denilen mekanlar doğru değil. Kaldığım yerler var tabiki ama orası değil.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Orası değil?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Değil.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Oraları mütevazi döşenmiş alanlar mıdır?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Mütevazi derken temiz güzel bakımlı yerler tabi ki.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Devam ediyoruz:</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Peki o suyun kaynağı nereden Adnan Bey?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Hangi suyun?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Bilim Araştırma Vakfı'nın yaptığı pek çok iş var, işte konferanslar düzenleniyor, kitaplar yayınlanıyor ki, o kitaplar hem baskı kalitesiyle, hem kağıdıyla büyük maliyetler gerektiren şeyler. Nedir kaynağı?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Onların hepsi vakıf defterinde mevcut. Vakıf kontrolünde de, devletin resmi görevlilerince de tespit edilebilen, imkanı olan bir konu bu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Ben de baktım o vakfın gelirleriyle o işleri yapabilmek mümkün değil Adnan Bey. Ama o kitapların kağıdını alamazsınız.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Kitap, kitapla alakası yok vakfın. Onu kitap şirketi yapıyor.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Yani bedava mı basıyor kitap şirketi bunu?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Bilim Araştırma Vakfı'nın yaptığı faaliyetleri, Bilim Araştırma Vakfı kendi karşılıyor.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Kitapları kim yayınlıyor?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Harun Yahya kitaplarını Global Yayıncılık yapıyor.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Global Yayıncılık mı yapıyor? İlginç. Türkiye'deki kitap sitelerini dolaştığımızda nedense karşımıza Vural Yayıncılık ve Kültür Yayıncılık ve Dağıtım gibi şirketler çıkıyor. Ama çok da önemli değil. Geçelim.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Ama herkese bedava gidiyor.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Promosyon olarak tabi her yayınevi bunu yapar. Yani kitap tanıtmak için bunu yapar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Heralde kitaplarınızı bedava olarak dağıtmak çok ise yaramış. Yani bedava dağıttıkça daha çok satıyorlar demekki. Gerçekten bu muhteşem ticari zekayı ayakta alkışlamak lazım.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Ama o promosyondan daha öte, mecliste bile biliyorsunuz tartışma konusu oldu sizin kitaplarınız.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Maşallah. Eğer şirketin öyle bir bereketi varsa, Allah bereketini arttırsın ne diyeyim ben.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Tabiki bereketi var, bir tane bedava dağıtınca 2 tane kitap satıyorlar. Onun için ne kadar çok bedava dağıtırlarsa satışları da o kadar artıyor. Tabi bir de internet sitelerinde tüm kitaplara bedava olarak ulaşılabiliyor. İnsanlar internette okuyor ama bu onları tatmin etmiyor anlaşılan. Bir kere de para verip, satın alıp okuyorlar bu muhteşem eserleri.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Ama onları bedava göndermek için bir kaynak gerekli, bir parasal bir değer çünkü bu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Kadir bey, Global Yayıncılığın Adnan beyle veya "arkadaşları"yla maddi veya manevi bir ilişkisi var mı diye bir soru sorsanız nasıl olur? Tabi bir de Harun Yahya eserlerinin kullanıldığı 400 civarında internet sitesinin tamamının Global Yayıncılık'tan Bedri Yılmaz adına kayıtlı olması konusunda da birşeyler sorarsanız fena olmaz.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Evet.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Kitapları tartıya koysanız herhalde onlarca kilo gelir. Bir tanesinden söz ediyorum.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Kadir bey abartmayın. Onlarca kiloluk kitap mı olur?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Maşallah. Onu da yayınevine sormak lazım ben onunla ilgilenmiyorum.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Adnan bey, siz bu kitapları hiç görmediniz mi? "Onlarca kiloluk kitap nasıl oluyor, yazılar mürekkep yerine altın tozuyla mı yazılmış" diye sormuyorsunuz da maşallah diyorsunuz.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Sizin ilginiz yok siz sadece yazıyorsunuz?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Ben ücret de almıyorum yazdığım kitaplardan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Adnan bey, yazılan kitaptan para kazanmanız için kitabın satılıp yayımcının birşeyler kazanması gerekir ilk önce. Sizin kitaplar genelde bedava olarak dağıtıldığı ve internette zaten herkesin bedava olarak erişimine açık olduğu için bu kitaplara para verip alacak insan sayısı pek fazla olmasa gerek. Yani yayımcı kazanmadan siz nasıl para alacaksınız?</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Size bir soru Adnan bey. Bu kitapların basılması ve bedava dağıtılması için Global Yayıncılığa siz veya arkadaşlarınız para veriyor musunuz?)</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Devam ediyoruz:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Peki o kitapları siz mi yazıyorsunuz? Yazmadığınız konusunda iddialar var.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Kadir bey, bu yaptığınız ayıp. Hiç böyle bir soru sorulur mu? Adnan beyin engin bilgi dağarcığını mı sorguluyorsunuz? Adnan beyin kitaplarından anlaşılacağı gibi kendisi bilimin neredeyse her dalında söz söyleyecek bilgiye, rasyonel çıkarımlar yapabilecek zekaya ve analitik düşünce yapısına sahip olduğu görülmektedir. Bakın Ender Helvacıoğlu, Bilim ve Gelecek dergisinin 39. sayısında Adnan beyle ilgili neler söylüyor:</strong></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Yaratılış Atlasları incelendiğinde Harun Yahya'nın felsefe, matematik, tarih, ilahiyat gibi alanların; fizik, kimya, astronomi, biyoloji, jeoloji gibi temel doğa bilimlerinin; sosyoloji, antropoloji, arkeoloji, filoloji gibi toplum ve insan bilimlerinin; tıp, genetik ve mühendislik gibi uygulamalı bilimlerin ve bütün bu bilim dallarının alt dallarının, ayrıntı konularda tartışma ve yorum yapabilecek kadar uzmanı olduğu anlaşılıyor. Dünya bugüne kadar bu çapta bir "âlim" görmedi! Harun Yahya her şeyin uzmanıdır.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Örneğin, Harun Yahya, aklınıza gelebilecek bütün canlı türlerinin uzmanıdır. Memeli, sürüngen, kuş, balık, böcek, bitki... hepsinin yapısını en ince ayrıntısına kadar bilir. Görülmemiş bir biyolog, zoolog ve botanikçi olduğu gibi, bunların hepsinin alt dallarında da uzmandır. Moleküler biyoloji, sitoloji (hücre bilimi), histoloji (doku bilimi), fizyoloji, anatomi, embriyoloji, biyokimya, mikrobiyoloji, taksonomi, ekoloji, viroloji, patoloji... aklınıza ne gelirse, hepsinde iddialı yorumlar getirecek, ortaya kuramlar atacak, tüm tartışma konularına nokta koyacak kadar bilgi sahibidir.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Kadir bey gördünüz gibi Adnan beyin ne kadar büyük bir "âlim" olduğunu bilim adamları bile kabul etmişken sizin böyle garip sorular sormanız çok yanlış. Lütfen sorunuzu geri alın ve sıradaki soruya geçin.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Peki ben diyorum ki, eğer ben yazmıyorsam, bunu yapabilecek dünyada, yüzlerce profesör var, yüzlerce grup var. Herhangi biri çıksın, bu kitapların benzeri bir kitap yazsın. Benim de bu kitapları yazmama gerek kalmaz o zaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Adnan bey, size o kadar methiye düzdüm ama bu dediklerinizi size hiç yakıştıramadım. Ne yani bunlara benzer birşey dünyada yok mu? Amerika'daki ICR -Yaratılış Araştırması Enstitüsü- kuruluşunun yayınları içinde sizin kitaplarınıza "nedense çok benzeyen" kitaplar yok mu?</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Adnan bey size önemli bir sorum var. 1992'de BAV tarafından düzenlenen bir konferansa ICR'den çağırdığınız Duane Gish ve John Morris ile nasıl bir ilişkiniz vardır? Size Türkiye'deki evrim karşıtı mücadelenizde yardımcı olacak bilgiler verdiler mi? Duane Gish, Henry Morris ve John Morris gibi Amerika'daki yaratılışçı düşüncenin önde gelenleriyle nasıl bir ilişkiniz var? 1998'de BAV ile ICR'nin ortak olarak düzenlediği uluslararası "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation" (Evrim Teorisinin Çöküşü: Yaratılış Gerçeği) temalı konferans için gelen ve kitaplarınızda evrim uzmanı olarak sık sık düşüncelerine yer verdiğiniz Duane Gish ve John Morris size ne tip evrim karşıtı mücadele taktikleri verdiler bu dönemde?</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Evrim karşıtı mücadelenizde size destek oldular mı? Kitaplarınızın çok büyük bölümü ICR'nin ve bazı diğer aşırı dinci kuruluşların çıkardığı kitapların Türkçe'ye çevirisi ve eklenen birkaç yorumdan başka birşey mi? Kitaplarınız sıfırdan mı hazırlanıyor yoksa önceden varolan ICR ve benzeri kuruluşlar tarafından çıkarılan kitapların Türkçe'ye çevrilmesi ve birkaç şey eklenip birkaç şey çıkarılmasıyla mı oluşuyor?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Sizin kitaplarda yazdığınız konularla ilgili bir eğitiminiz var mı?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Her bilgi eğitimle elde edilmez.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Mutlaka ama sizin o kitapların içindeki bilgiler çok derin bilgiyi ve eğitimi gerektiren bilgiler. Yani yüzeysel şeyler değil.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Ama Kuran'da hikmet vardır. Yani bilgi, özü kapsıyan bilgi vardır ve hikmet vardır. O kitaplarda da özü kapsayan bilgi ve hikmet vardır. Yani demagoji yoktur. Bu çok önemli.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Oradaki bazı şeyleri yazabilmek için bir tıp hekimi olmanız gerekir. Bazı hallerde biyoloji bilmeniz gerekir. Bazı hallerde fizik bilmeniz lazım.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Kadir bey, siz hala nelerle uğraşıyorsunuz? Size yukarda Ender Helvacıoğlu'nun Adnan beyle ilgili görüşlerini aktarmıştım. Ben onları anlatırken uyuya mı kaldınız yoksa?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Ama onlar alıntı olan eserler. Yani onlar için benim laboratuvara girmeme gerek yok. Laboratuvara girmiş olan insanların hazır bilgisini alıyorum. O hazır bilgiyi kullanıyorum. Onlar dikkat ederseniz hepsi hazır bilgidir.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>ICR ve benzeri kuruluşların kitaplarındaki hazır bilgileri kullandığınızı biliyoruz Adnan bey. Ama hepsi de hazır bilgi değil. Siz de bunlara kendi yorumlarınızı bol bol ekliyorsunuz. Ne de olsa sizin gibi bir "âlim" sadece hazır bilgi ile kitap yazacak değil. Elbette engin bilgi dağarcığınızla bu kitaplara katkıda bulunacaksınız. Bu kadar da mütevazi olmanıza gerek yok.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Bir de onun dışında etrafınızdaki, yanınızdaki arkadaşlar yazıyorlar mı, onlar size hangi anlamda yardımcı olurlar?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Kadir bey, 2 dakika önce bu konuya değindim. Çok dikkatsizsiniz. Yoruldunuz heralde. Bakın tekrarlayayım. Amerikan kökenli evrim karşıtlarının çıkardıkları kitapların Türkçe'ye tercüme edilmesi çok kolay bir iş değildir. Aslında işin en önemli kısmı da budur. İşte Adnan beyin yanındaki birçok kişi ona bu konuda yardımcı olmaktadır. Tabi çevirilerinin çok iyi olduğunu söyleyemeyeceğim. Artık nedendir bilmiyorum ama bazı çevirilerde bazı belirgin yanlışlıklar oluyor. Bazen çeviride yanlışlık oluyor, bazen orjinal metnin bir bölümünde eksilme, bazen de artma oluyor. Neden böyle oluyor bilmiyorum ama arada böyle hatalar yapılıyor çevirilerde.)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Tabi tercümede yardımcı olurlar, yani tercümede bana yardımcı olan insanlar var, bilgi toplamada yardımcı olan arkadaşlarım var tabiki. Ben o hazır bilgileri biraraya getirip, yorumlayıp, detaylandırıyorum ve redaktöre veriyorum. Ondan sonrasına karışmıyorum.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Adnan bey, ben zaten biraz önce Kadir beye bu tercüme konusunu anlatmıştım. Sizin de ayrıca belirtmenize gerek yoktu. Toplanan bilgilerin yorumlamak ve detaylandırmak elbette sizin en doğal hakkınız. Bilimin birçok dalında engin bilgi sahibi bir "âlim" olarak bilim adamlarının yazılarını yorumlayıp daha da ileri götürerek detaylandırmak zaten ancak sizin yapabileceğiniz birşey.)</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Devam ediyoruz:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Niçin müstear isim kullanıyorsunuz?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Bunu bütün yazarlar kullanır.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Yapmayın Adnan bey. Nasıl herkes kullanıyor? Espri yapmak istediniz heralde. )</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Yani kullandılar da, bir nedeni vardır mutlaka. Yani niçin Adnan Oktar değil de Harun Yahya. Harun ve Yahya isimlerinin bir anlamı var mı, özellikle kullanılmasının?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Hayır, hayır.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Emin misiniz Adnan bey? Son kararınız mı?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Niçin güldünüz?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Geniş bir şüphecilik olduğu için.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Ama gazeteci şüphecidir.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> Tamam bir şey demiyorum. Sizinki çok normal. Ben sadece o anda aldığım bir karar. "Bu kitaplara bir müstear isim bulalım" dedik, "ne diyelim, Harun Yahya diyelim" dedim. Ondan sonra o kaldı o şekliyle.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(</strong></em><em><strong>DV: </strong></em><em><strong>Peki Adnan bey, neden İngilizce internet sitenizde <a href="http://www.harunyahya.com/theauthor.php">"yazar hakkında"</a> bölümünde Harun ve Yahya isimlerinin imansızlığa ve inançsızlığa karşı mücadele vermiş iki peygamberin anısına seçildiği yazıyor?)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Kadir Çelik:</span> Yani Harun ve Yahya isimlerinin bir anlam ifade etmesi....</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Adnan Oktar:</span> İki peygamber ismi.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Biraz uzun ama keyifli bir yazı oldu diye düşünüyorum. Bu arada röportajı izlemek isteyenler YouTube sitesinde <a href="http://www.youtube.com/results?search_query=ADNAN+OKTAR+R%C3%96PORTAJI&#38;search=Search">ilgili videoları</a> bulabilirler.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
